Cara Menghitung Landed Cost agar Biaya Impor Tidak Melenceng
W
Winiu Editorial Team
12 Jun 2026 · 7 mnt baca

Landed cost adalah total biaya untuk membawa barang dari supplier hingga titik penerimaan yang ditentukan. Angka ini membantu menetapkan harga jual, margin, anggaran pembelian, dan kebutuhan modal kerja dengan lebih realistis daripada hanya melihat harga produk.
Komponen yang perlu masuk perhitungan
- Nilai barang: Harga unit, tooling atau mold, biaya sampel, kemasan, inspeksi, dan biaya lain yang ditagihkan supplier.
- Biaya asal: Pengambilan, handling, dokumen, konsolidasi, dan pengiriman dari lokasi supplier ke pelabuhan atau bandara.
- Freight dan asuransi: Biaya angkut internasional serta perlindungan yang dipilih sesuai nilai dan karakter barang.
- Kepabeanan dan pajak: Perhitungannya bergantung pada klasifikasi barang, nilai pabean, ketentuan asal, dan regulasi yang berlaku.
- Biaya tujuan: Terminal, handling, dokumen, pemeriksaan bila ada, penyimpanan, clearance, dan pengantaran lokal.
- Cadangan risiko: Sediakan buffer untuk perubahan kurs, tarif freight, keterlambatan, demurrage, atau kebutuhan penanganan tambahan.
Hitung biaya per unit yang benar
Jumlahkan seluruh biaya proyek, lalu bagi dengan unit layak jual, bukan hanya unit yang dipesan. Jika ada potensi sampel, kerusakan, atau reject, masukkan ke asumsi agar margin tidak terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
Buat tiga skenario
- Dasar: Menggunakan penawaran, kurs, jadwal, dan asumsi yang paling mungkin terjadi.
- Optimistis: Menunjukkan dampak bila volume, kurs, atau efisiensi pengiriman membaik.
- Konservatif: Menambahkan buffer pada komponen yang paling mudah berubah agar kebutuhan kas tetap aman.
Estimasi yang transparan bersama Winiu
Winiu membantu sourcing penawaran, memeriksa spesifikasi dan dokumen, menentukan opsi kargo, menyiapkan estimasi landed cost, serta menangani proses impor dan custom clearance resmi sampai barang diterima.
Minta Estimasi Landed Cost